Titi Ika Safitri
Program Studi Keperawatan, Institut Tarumanagara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

GAMBARAN KUALITAS HIDUP LANSIA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CILANDAK Titi Ika Safitri; Rima Berlian Putri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.54052

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit tidak menular bersifat kronis yang menuntut pengelolaan jangka panjang. Pada lansia, DM tipe 2 berpotensi menimbulkan komplikasi serta beban psikologis dan sosial yang dapat menurunkan kualitas hidup. Oleh karena itu, diperlukan gambaran kualitas hidup lansia penderita DM tipe 2 sebagai dasar perencanaan intervensi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas hidup lansia penderita diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Cilandak. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2024 di wilayah kerja Puskesmas Cilandak, Jakarta Selatan. Populasi adalah seluruh pasien DM tipe 2 sebanyak 397 orang. Sampel berjumlah 80 responden dengan kriteria inklusi tertentu, menggunakan teknik sampling insidental. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner kualitas hidup yang mencakup aspek fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik responden didominasi perempuan (65,0%), umur 45–59 tahun (68,8%), pendidikan tinggi (45,0%), pekerjaan wiraswasta/pedagang (28,7%), dan lama DM >5 tahun (65,0%). Pada variabel kualitas hidup, sebagian besar responden memiliki kualitas hidup kategori tinggi yaitu 42 responden (52,5%), sedangkan 38 responden (47,5%) berada pada kategori rendah. Simpulan penelitian ini adalah kualitas hidup lansia penderita DM tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Cilandak cenderung berada pada kategori tinggi, namun hampir separuh responden masih memiliki kualitas hidup rendah sehingga memerlukan perhatian dan dukungan berkelanjutan.