Perkembangan teknologi informasi telah mendorong transformasi signifikan dalam pelayanan kesehatan melalui pemanfaatan aplikasi kesehatan digital. Meskipun demikian, kesiapan masyarakat dalam mengadopsi teknologi tersebut masih bervariasi dan berpotensi menimbulkan kesenjangan dalam pemanfaatannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kesiapan masyarakat dengan pemanfaatan aplikasi kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Limboto, Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik dan rancangan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 85 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang telah diuji validitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat kesiapan yang baik (74,1%) serta pemanfaatan aplikasi kesehatan yang juga tergolong baik (74,1%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kesiapan masyarakat dengan pemanfaatan aplikasi kesehatan (p-value = 0,000 < 0,05). Responden dengan kesiapan tinggi, baik dari aspek mental, pengetahuan, maupun keterampilan penggunaan teknologi, cenderung lebih optimal dalam memanfaatkan aplikasi kesehatan. Sebaliknya, responden dengan kesiapan rendah menunjukkan tingkat pemanfaatan yang lebih rendah. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa kesiapan masyarakat merupakan faktor determinan dalam optimalisasi pemanfaatan aplikasi kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan strategi komprehensif berupa peningkatan literasi digital, edukasi kesehatan, serta pengembangan aplikasi yang inklusif, mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat untuk meningkatkan pemerataan layanan kesehatan berbasis teknologi.