nabila nabila
Program Pascasarjana Kesehatan Masyarakat, Universitas Hang Tuah, Pekanbaru

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS SWOT, IFAS, DAN EFAS PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DI PESISIR SUNGAI BANGKINANG nabila nabila; Herniwanti Herniwanti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.55364

Abstract

Pengelolaan sampah rumah tangga di wilayah permukiman pesisir sungai masih menjadi permasalahan kesehatan lingkungan yang kompleks, terutama di daerah pedesaan. Rendahnya ketersediaan sarana prasarana, kebiasaan masyarakat membuang sampah ke sungai, serta lemahnya sistem pengelolaan berbasis komunitas berpotensi menurunkan kualitas lingkungan dan meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi pengelolaan sampah rumah tangga di Desa Sungai Tonang dengan pendekatan analisis SWOT yang dipadukan dengan IFAS dan EFAS sebagai dasar perumusan strategi pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang dilaksanakan pada tahun 2025–2026 di Desa Sungai Tonang, wilayah kerja UPT Puskesmas Sawah. Populasi penelitian meliputi masyarakat dan pemangku kepentingan terkait pengelolaan sampah, dengan informan dipilih secara purposive sampling. Variabel yang dikaji meliputi faktor internal dan eksternal pengelolaan sampah. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif serta dilanjutkan dengan penyusunan matriks SWOT, IFAS, dan EFAS. Hasil analisis menunjukkan nilai IFAS sebesar 0,70 dan EFAS sebesar 0,85 yang menempatkan pengelolaan sampah rumah tangga Desa Sungai Tonang pada Kuadran I (strategi SO). Kondisi ini menunjukkan bahwa desa memiliki kekuatan internal dan peluang eksternal yang mendukung pengembangan sistem pengelolaan sampah. Disimpulkan bahwa strategi agresif melalui penguatan peran pemerintah desa, puskesmas, dan tokoh masyarakat, pembentukan bank sampah dan kader lingkungan, serta pemanfaatan dukungan kebijakan dan pendanaan perlu dioptimalkan untuk meningkatkan pengelolaan sampah rumah tangga berbasis masyarakat.