Ariel Haruna
Prodi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS KARAKTERISTIK DAN PENGETAHUAN IBU DENGAN KETIDAKLENGKAPAN PEMBERIAN IMUNISASI PADA ANAK USIA 0-24 BULAN Ariel Haruna; Dewi Modjo; Lenny N. Ali; Indrawati Indrawati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.55896

Abstract

Imunisasi merupakan strategi paling efektif dalam upaya perlindungan anak dari penyakit infeksi yang sangat menular dan berpotensi menyebabkan kecacatan bahkan kematian. Ketidaklengkapan imunisasi merupakan tantangan serius dalam upaya menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin. Peran ibu sangat menentukan keberhasilan imunisasi karena ibu merupakan pengambil keputusan utama dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan anak. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan karakteristik dan pengetahuan ibu dengan ketidaklengkapan pemberian imunisasi pada anak usia 0–24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kota Tengah Kota Gorontalo. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 686 ibu yang memiliki anak usia 0–24 bulan, dengan sampel sebanyak 42 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Hasil penelitian didapatkan nilai p=0,002 < 0,05, p=0,004 < 0,05, p=0,000 < 0,05 dan p=0,001 < 0,05 maka dapat di simpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu, pendidikan, pekerjaan, dan pengetahuan ibu dengan ketidaklengkapan pemberian imunisasi pada anak usia 0–24 bulan. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa karakteristik dan pengetahuan ibu memiliki peran penting dalam menentukan kelengkapan imunisasi anak. Saran dari penelitian ini diperlukan peningkatan edukasi kesehatan yang berkesinambungan dan strategi promotif preventif yang melibatkan tenaga kesehatan dan keluarga guna meningkatkan cakupan imunisasi.