Di Indonesia, hampir seluruh anak usia sekolah yakni 99%, diketahui terbiasa membeli dan mengonsumsi jajanan di lingkungan sekolah setiap hari. Kebiasaan tersebut dapat meningkatkan potensi terjadinya gangguan kesehatan, khususnya apabila jajanan yang dikonsumsi tidak memenuhi ketentuan keamanan pangan serta tidak memiliki kandungan gizi yang seimbang. Salah satu penyebab anak cenderung memilih jajanan dengan sembarang adalah minimnya pemahaman mengenai jajanan yang sehat, aman dan memiliki gizi baik. Masalah utama yang menonjol terletak pada masih rendahnya tingkat pengetahuan pada lapisan anak usia sekolah dalam menentukan pilihan jajanan yang sehat dan layak dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intervensi pendidikan kesehatan terhadap peningkatan tingkat pengetahuan mengenai jajanan sehat pada siswa usia sekolah di SDN Galihpawarti. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan rancangan pra-eksperimental pretest–posttest pada kelompok yang sama dan tanpa kelompok kontrol. Melalui teknik simple random sampling, sampel ditentukan sehingga menghasilkan 98 responden dari populasi 129 siswa berdasarkan rumus Slovin. Data dikumpulkan dengan cara memberikan pretest sebelum intervensi dilaksanakan, serta posttest setelah intervensi diberikan kepada responden. Data dianalisis secara univariat untuk menggambarkan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi, serta secara bivariat dengan Uji Wilcoxon Signed Rank untuk menguji perbedaan keduanya. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sesudah intervensi pengetahuan anak mengalami peningkatan dengan nilai p < 0,001 (p < 0,05). Pendidikan kesehatan tentang jajanan sehat secara signifikan meningkatkan pengetahuan anak usia sekolah.