Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan pengendalian berkelanjutan melalui peningkatan penemuan kasus dan keberhasilan pengobatan. Perbedaan capaian indikator antarwilayah dapat memengaruhi efektivitas program eliminasi TBC. Di Provinsi Lampung, variasi capaian antara Kota Bandar Lampung dan Kota Metro penting dikaji untuk menilai kinerja program secara komparatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan angka penemuan dan pengobatan TBC serta angka keberhasilan pengobatan di kedua kota terhadap rerata provinsi tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan deskriptif-komparatif. Populasi mencakup seluruh data indikator program TBC tingkat kabupaten/kota di Provinsi Lampung tahun 2024, dengan sampel berupa data agregat Kota Bandar Lampung dan Kota Metro menggunakan total sampling berbasis data sekunder. Variabel yang dianalisis meliputi angka penemuan dan pengobatan TBC (%) serta angka keberhasilan pengobatan TBC (%). Data bersumber dari publikasi resmi Lampung Dalam Angka 2025 oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung. Analisis dilakukan secara deskriptif melalui tabel komparatif, perhitungan selisih (gap analysis), dan rasio keberhasilan terhadap cakupan penemuan kasus. Hasil menunjukkan Kota Metro memiliki angka penemuan dan pengobatan tertinggi (127,90%) dibandingkan Bandar Lampung (82,60%) dan rerata provinsi (63,00%). Keberhasilan pengobatan di Metro (95,00%) dan Bandar Lampung (93,00%) juga berada di atas rerata provinsi (92,00%). Secara keseluruhan, program TBC di kedua kota tergolong efektif, dengan Metro unggul dalam deteksi kasus dan kedua kota mempertahankan keberhasilan terapi di atas standar.