Dwi Widyawati
S1 Pendidikan Kedokteran, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN DURASI PERILAKU SEDENTARI PADA ANAK USIA 9–10 TAHUN DI BANDAR LAMPUNG Ayu Tiara Fitri; Dwi Widyawati; Eka Putri Rahmadhani; Putri Damayanti; Shellya Puti Sudesty
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56586

Abstract

Pada masa anak usia sekolah, gerak tubuh yang teratur menjadi penopang utama tumbuh-kembang motorik dan keseimbangan metabolik. Sebaliknya, kombinasi rendahnya aktivitas dengan menguatnya kebiasaan duduk berkepanjangan kini diakui sebagai ancaman kesehatan masyarakat yang nyata pada kelompok usia ini. Data lokal mengenai pola aktivitas dan perilaku sedentari pada anak usia 9-10 tahun di Indonesia masih terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat aktivitas fisik dan perilaku sedentari serta menganalisis hubungan keduanya. Pendekatan studi yang diterapkan bersifat observasional cross-sectional dengan analisis korelasional. Sebanyak 50 peserta direkrut secara purposif dari populasi siswa kelas IV di SD Darma Bangsa Bandar Lampung. Aktivitas fisik dan perilaku sedentari diukur menggunakan kuesioner IPAQ-SF dengan bahasa yang di sederhanakan. Analisis dilakukan menggunakan deskriptif nonparametrik, uji korelasi Spearman, dan uji Kruskal-Wallis. Hasil yang didapat mayoritas responden memiliki tingkat aktivitas fisik dengan kategori sedang (50%) dan tinggi (46%), dengan rata-rata 2960,44 MET-menit/minggu. Sedangkan untuk rata-rata waktu sedentari mencapai 416,70 menit/hari. Terdapat hubungan negatif yang kuat dan signifikan antara tingkat aktivitas fisik dan durasi duduk harian (ρ = −0,765; p < 0,001). Uji Kruskal-Wallis menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara waktu duduk dengan kategori aktivitas fisik (p=0,057). Sehingga penelitian ini menyimpulkan anak usia 9-10 tahun pada penelitian ini umumnya memiliki aktivitas fisik sedang-tinggi, namun durasi perilaku sedentari relatif panjang. Terdapat korelasi negatif yang kuat antara aktivitas fisik dengan waktu duduk harian. Intervensi berbasis sekolah diperlukan untuk meningkatkan aktivitas fisik dan mengurangi perilaku sedentari.