Diare akut Kondisi ini kerap disebut gastroenteritis, yakni gangguan buang air besar yang timbul secara tiba-tiba dengan keluhan mual, muntah, demam, serta rasa sakit pada perut yang berlangsung kurang dari dua minggu. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan kadar hemoglobin dan jumlah sel darah putih terhadap kasus diare akut pada anak usia bawah lima tahun. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan rancangan retrospektif, sedangkan data diperoleh dari hasil pemeriksaan laboratorium pasien balita di RSUD Muhammad Zein Kabupaten Belitung Timur selama tahun 2023–2024, dengan total 152 sampel. Pengolahan dan pengujian data dilaksanakan melalui metode statistik Chi-Square Hasil yang didapatkan dari distribusi karakteristik responden sebagian besar pasien memiliki kadar hemoglobin <10,5 g/dL (56,6%) dan jumlah leukosit 4000 – 12000 µl (54%). Temuan analisis statistik memperlihatkan adanya keterkaitan bermakna antara kadar hemoglobin dengan kejadian diare akut (p = 0,001) dan antara jumlah leukosit dengan kejadian diare akut (p = 0,018). Hal ini menunjukkan bahwa kadar hemoglobin rendah dan kondisi leukositosis berasosiasi dengan meningkatnya risiko diare akut. Hasil analisis Odds Ratio (OR) kadar hemoglobin didapatkan 0,79 kali sdangkan untuk jumlah leukosit didapatkan 50,67 kali. Kesimpulan dalam penelitian ditemukan keterkaitan bermakna antara konsentrasi hemoglobin denganjumlah leukosit darah dengan kejadian diare akut pada balita. Berdasarkan perhitungan nilai Odds Ratio menunjukan bahwa Leukositosis memiliki hubungan yang sangat kuat dan positif sebagai faktor risiko terhadap kejadian diare akut, sedangkan anemia memiliki hubungan negatif sebagai faktor protektif.