Sri Seprianto Maddusa
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi Manado

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

GAMBARAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PETANI SAYUR DI DESA SEA KECAMATAN PINELENG KABUPATEN MINAHASA Jovinka M. Nebuida; Sri Seprianto Maddusa; Jeini Ester Nelwan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56682

Abstract

Keluhan muskuloskeletal menempati posisi paling dominan dalam keluhan kesehatan kerja petani. Keluhan muskuloskeletal adalah rasa tidak nyaman atau gangguan pada sistem otot dan rangka tubuh, termasuk otot, sendi, ligamen, tendon, tulang, serta struktur penunjang lainnya. Gejala yang umum dirasakan meliputi sakit, kekakuan, kesemutan, mati rasa, dan keterbatasan gerak. Kondisi ini dapat bersifat ringan hingga berat, bahkan dapat berlangsung kronis. Faktor-faktor individu termasuk jenis kelamin, usia, lama masa kerja, antropometri, status merokok, konsumsi alkohol, dan kebiasaan olahraga, serta faktor pekerjaan dan lingkungan, merupakan unsur-unsur yang berkontribusi terhadap keluhan muskuloskeletal. Gangguan muskuloskeletal yang dialami oleh petani di Desa Sea Kecamatan Pineleng Kabupaten Minahasa menjadi fokus penelitian deskriptif ini. Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan desain cross-sectional pada petani sayur di Desa Sea Kecamatan Pineleng Kabupaten Minahasa pada bulan Agustus 2025 - Januari 2026. Kuesioner dan dokumen primer lainnya menyediakan sebagian besar data, sedangkan catatan yang disimpan oleh pemerintah desa menyediakan data sekunder. Analisis univariat digunakan untuk analisis. Dengan menggunakan purposive sampling, 387 individu dianggap sebagai populasi. Menurut hasil penelitian, mayoritas responden adalah laki-laki (40 dari 100, atau 51,3%), memiliki rentang usia 26–60 tahun (60 dari 100, atau 76,9%), dan telah bekerja selama lebih dari 20 tahun (55 dari 100, atau 70,5%). Dengan 68 kasus (87,2%), punggung adalah bagian tubuh yang paling sering terkena, diikuti oleh 66 kasus (84,5%) yang menyerang pinggang. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat keluhan muskuloskeletal pada petani sayur di Desa Sea.