Sri Octa Handayani
S1 Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI ANTIOKSIDAN DALAM MENEKAN STRESS OKSIDATIF : BUKTI PRE-KLINIS DAN KLINIS Sri Octa Handayani; Shellya Puti Sudesty
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56709

Abstract

ABSTRAK Stres oksidatif merupakan kondisi ketidakseimbangan antara produksi spesies oksigen reaktif (reactive oxygen species/ROS) dan kapasitas sistem antioksidan endogen yang berperan penting dalam patogenesis berbagai penyakit kronis, termasuk penyakit metabolik, kardiovaskular, neurologis, dan inflamasi. Kondisi ini berkontribusi terhadap kerusakan biomolekul seperti lipid, protein, dan DNA, yang pada akhirnya mempercepat progresivitas penyakit serta menurunkan fungsi seluler. Oleh karena itu, pengendalian stres oksidatif menjadi salah satu target penting dalam upaya pencegahan dan terapi penyakit kronis. Berbagai strategi berbasis antioksidan telah dikembangkan untuk menekan akumulasi ROS serta memperbaiki keseimbangan redoks seluler. Artikel ini bertujuan untuk meninjau dan mensintesis bukti ilmiah terkait efektivitas intervensi antioksidan dalam menekan stres oksidatif berdasarkan studi pra-klinis dan klinis terkini. Penelitian ini menggunakan pendekatan literature review dengan penelusuran artikel melalui basis data PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar pada rentang tahun 2020-2026. Sebanyak 15 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara komprehensif. Hasil kajian menunjukkan bahwa berbagai senyawa antioksidan, seperti resveratrol, astaxanthin, N-acetylcysteine, melatonin, serta antioksidan yang menargetkan mitokondria, secara konsisten mampu menurunkan biomarker stres oksidatif, termasuk malondialdehyde (MDA) dan ROS, serta meningkatkan kapasitas antioksidan endogen seperti superoxide dismutase (SOD), glutathione peroxidase (GPx), dan total antioxidant capacity (TAC). Selain itu, beberapa studi juga melaporkan perbaikan parameter klinis yang berkaitan dengan inflamasi dan fungsi metabolik. Secara keseluruhan, strategi antioksidan menunjukkan potensi signifikan sebagai pendekatan terapeutik komplementer dalam pencegahan dan pengelolaan penyakit terkait stres oksidatif, meskipun diperlukan penelitian lanjutan untuk mengonfirmasi efektivitas jangka panjang dan keamanan penggunaannya.
EKSPRESI DAN FUNGSI LONG NON-CODING RNA (lncRNA) PADA KARDIOMIOPATI: SYSTEMATIC REVIEW Sri Octa Handayani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58291

Abstract

Kardiomiopati merupakan kelompok penyakit miokardium yang ditandai oleh gangguan struktur dan fungsi jantung yang tidak disebabkan oleh penyakit arteri koroner, hipertensi, kelainan katup, maupun penyakit jantung kongenital. Meskipun tata laksana telah berkembang, angka mortalitas lima tahun pada stadium lanjut masih mencapai 20–50%. Dalam beberapa tahun terakhir, long non-coding RNA (lncRNA) diketahui memiliki peran penting dalam regulasi molekuler sistem kardiovaskular. lncRNA merupakan molekul RNA non-penyandi dengan panjang lebih dari 200 nukleotida yang mampu mengatur proses epigenetik, transkripsi, dan pasca-transkripsi. Systematic review ini bertujuan mengevaluasi bukti ilmiah terkini mengenai pola ekspresi, mekanisme molekuler, dan potensi klinis long non-coding RNA (lncRNA) pada kardiomiopati dilatasi (DCM), hipertrofik (HCM), dan iskemik (ICM). Pencarian literatur dilakukan pada basis data PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan MDPI untuk publikasi tahun 2018–2026 menggunakan pedoman PRISMA 2020. Dari 1.432 artikel yang teridentifikasi, 35 studi memenuhi kriteria inklusi. Hasil kajian mengidentifikasi 13 lncRNA yang teregulasi secara signifikan (|log2FC| ≥1,5; p<0,05), termasuk MHRT, Mhrt779, MALAT1, HOTAIR, KCNQ1OT1, dan CARMEN, yang bekerja melalui mekanisme competing endogenous RNA (ceRNA), modifikasi kromatin epigenetik, interaksi protein-RNA, dan regulasi pasca-transkripsi. Beberapa lncRNA menunjukkan potensi diagnostik non-invasif dengan AUC 0,82–0,91 pada spesimen plasma. Temuan ini mengindikasikan bahwa lncRNA berpotensi sebagai biomarker diagnostik dan target terapi inovatif pada kardiomiopati, meskipun validasi klinis prospektif berskala besar masih diperlukan.