Masa nifas merupakan fase krusial dalam siklus kesehatan reproduksi ibu pasca persalinan karena pada periode ini ibu rentan mengalami berbagai komplikasi yang dapat berdampak pada kesehatan dan keselamatan. Oleh karena itu, pelayanan kesehatan pada masa nifas menjadi penting untuk mendeteksi dini dan mencegah terjadinya komplikasi. Tetapi di sisi lain, cakupan pelayanan kesehatan ibu, khususnya kunjungan nifas lengkap (KF lengkap) di Indonesia berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia hanya mencapai 77,63% pada tahun 2024, angka tersebut menurun dibandingkan dengan tahun 2023 sebesar 85,7%. Kondisi ini menunjukkan bahwa pemanfaatan layanan kunjungan nifas masih belum optimal dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi dan menganalisis berbagai faktor yang berperan dalam pemanfaatan layanan kunjungan nifas. Metode yang digunakan adalah literature review dengan penelususran artikel ilmiah melalui database jurnal online seperti Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect. Pencarian artikel dilakukan menggunakan kata kunci yaitu “kunjungan nifas”, “pelayanan nifas”, dan “postnatal care”. Kriteria inklusi meliputi artikel tahun 2021-2025, tersedia full text, dan dilakukan di Indonesia. Sebanyak sepuluh artikel dianalisis dalam penelitian ini. Hasil telaah artikel menunjukkan bahwa pemanfaatan layanan kunjungan nifas dipengaruhi oleh berbagai faktor, meliputi karakteristik ibu, pengetahuan dan sikap ibu, dukungan keluarga, akses terhadap fasilitas kesehatan, dan peran tenaga kesehatan. Simpulan penelitian ini menengaskan bahwa peningkatan pemanfaatan layanan kunjungan nifas memerlukan upaya komprehensif melalui peningkatan pengetahuan ibu, penguatan dukungan keluarga, serta peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan agar kesehatan ibu pada masa nifas dapat terpantau secara optimal.