Slamet Purnomo
Profesi Ners, Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PRAKTIK KEPERAWATAN PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK DENGAN INTERVENSI INOVASI TERAPI CYLINDRICAL GRIP DAN RUBBER BALL GRIP TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN DAN FUNGSI GENGGAM TANGAN DI RUANG KARANG ASAM RSUD I.A MOEIS SAMARINDA Fitri Kholisah; Slamet Purnomo; Fitroh Asriyadi; Siti Khoiroh Muflikhatin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56768

Abstract

Stroke non hemoragik merupakan penyebab utama kecacatan yang sering menimbulkan gangguan fungsi motorik, khususnya pada ekstremitas atas yang ditandai dengan penurunan kekuatan otot dan fungsi genggam tangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik keperawatan pada pasien stroke non hemoragik melalui penerapan intervensi inovasi terapi cylindrical grip dan rubber ball grip terhadap peningkatan kekuatan dan fungsi genggam tangan di Ruang Karang Asam RSUD I.A Moeis Samarinda. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan analisis praktik keperawatan pada satu pasien stroke non hemoragik yang mengalami kelemahan ekstremitas atas. Pengumpulan data melalui observasi langsung, dokumentasi serta pengukuran menggunakan instrumen Manual Muscle Testing (MMT) dan Modified Frenchay Scale (MFS). Intervensi cylindrical grip dan rubber ball grip diberikan secara terstruktur 2 kali sehari selama 3 hari. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan nilai sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan fungsi genggam tangan dan kekuatan otot setelah pemberian intervensi. Skor Modified Frenchay Scale (MFS) meningkat dari 5,2 menjadi 7,9 dengan selisih 2,7 yang berada di atas nilai minimal detectable change (MDC >0,17), serta peningkatan kekuatan otot dari nilai 3 menjadi 4 berdasarkan pengukuran MMT. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa terapi cylindrical grip dan rubber ball grip efektif meningkatkan kekuatan dan fungsi genggam tangan pada pasien stroke non hemoragik, sehingga dapat dijadikan alternatif intervensi keperawatan rehabilitatif yang sederhana dan mudah diterapkan untuk meningkatkan kemandirian pasien.
ANALISIS PRAKTIK KLINIK KEPERAWATAN DENGAN INTERVENSI INOVASI MASASE NEUROPERFUSI DAN ALIH BARING TERHADAP PENCEGAHAN DEKUBITUS PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK DI RUANG KARANG ASAM RSUD INCHE ABDOEL MOEIS SAMARINDA Zaina Maulida; Slamet Purnomo; Fitroh Asryadi; Siti Khoiroh Muflihatin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57286

Abstract

Stroke merupakan manifestasi klinis yang muncul akibat diskontinuitas fungsi otak secara mendadak yang dipicu oleh hambatan sirkulasi darah serebral. Stroke nonhemoragik merupakan salah satu penyebab utama kecacatan yang sering disertai komplikasi imobilisasi, salah satunya adalah dekubitus. Pasien stroke nonhemoragik memiliki risiko tinggi mengalami dekubitus akibat keterbatasan mobilisasi, penurunan sensori, dan tirah baring yang berkepanjangan. Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada pasien stroke nonhemoragik dengan fokus pada upaya pencegahan dekubitus melalui intervensi masase neuroperfusi dan alih baring. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Hasil penerapan menunjukkan bahwa masase neuroperfusi dan alih baring mampu meningkatkan perfusi jaringan serta mengurangi tekanan berkepanjangan pada area tulang yang menonjol, sehingga menurunkan risiko terjadinya dekubitus. Namun, berdasarkan kajian literatur lima tahun terakhir, pencegahan dekubitus akan lebih optimal apabila didukung oleh pendekatan multimodal, seperti penggunaan support surface, latihan Range of Motion (ROM), perawatan kulit terapeutik, optimalisasi nutrisi, serta edukasi keluarga dan caregiver. Kesimpulan dari karya ilmiah ini adalah bahwa intervensi masase neuroperfusi dan alih baring efektif sebagai upaya pencegahan dekubitus, namun perlu dikombinasikan dengan intervensi lain berbasis bukti untuk meningkatkan kualitas asuhan keperawatan pada pasien stroke nonhemoragik.