Liena Liena
Departemen Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, dan Kedokteran Gigi, Universitas Prima Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FAKTOR RISIKO KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI RS ROYAL PRIMA MEDAN Luo Mengjie; Fioni Fioni; Liena Liena
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56791

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit infeksi yang sering terjadi pada balita dan menjadi penyebab utama morbiditas anak di negara berkembang. Balita memiliki kerentanan tinggi terhadap ISPA karena sistem kekebalan tubuh yang belum berkembang secara optimal serta adanya berbagai faktor risiko yang berkaitan dengan kondisi individu, lingkungan, dan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di RS Royal Prima Medan. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh balita yang berobat atau dirawat di RS Royal Prima Medan dengan jumlah sampel sebanyak 181 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, serta multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian vitamin A (p=0,02), status imunisasi (p=0,03), ASI eksklusif (p=0,04), dan lingkungan fisik rumah (p=0,01) berhubungan signifikan dengan kejadian ISPA pada balita. Sementara itu, jenis kelamin, status ekonomi keluarga, pendidikan ibu, dan pengetahuan ibu tidak menunjukkan hubungan signifikan. Analisis multivariat menunjukkan bahwa status imunisasi merupakan faktor paling dominan yang memengaruhi kejadian ISPA pada balita (p=0,018; Exp(B)=0,350). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa status imunisasi merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita. Oleh karena itu, peningkatan cakupan imunisasi, pemberian vitamin A, dukungan ASI eksklusif, serta perbaikan lingkungan rumah perlu ditingkatkan sebagai upaya pencegahan ISPA pada balita.