Riyan Apriyani
Program Studi Sarjana Farmasi, Universitas Indonesia Maju (UIMA)

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA HIPERTENSI PROGRAM RUJUK BALIK (PRB) Riyan Apriyani; Julia Totong; Atika Jaya Rani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56793

Abstract

Hipertensi adalah penyakit kronis yang memerlukan kepatuhan jangka panjang terhadap pengobatan untuk mencegah komplikasi serius. Namun, tingkat kepatuhan pasien hipertensi di Indonesia masih rendah, terutama pada pasien Program Rujuk Balik (PRB) di Klinik Keluarga Cigombong, Kabupaten Cianjur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan keluarga, yang meliputi dukungan emosional, instrumental, dan informasi, dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif observasional dengan pendekatan cross-sectional, pengambilan sampel menggunakan metode accidental sampling periode Januari hingga Mei 2024 yang memenuhi kriteria inklusi berjumlah 121. Kepatuhan minum obat diukur menggunakan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Hasil penelitian menunjukkan 81 responden yang mempunyai kepatuhan minum obat rendah adalah responden dengan dukungan keluarga yang cukup sebesar 53 atau 66,0%. Hal ini didukung oleh P-Value sebesar 0,019 < 0,05 yang artinya menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna secara statistik yang menunjukkan bahwa responden yang mempunyai dukungan keluarga yang kurang mempunyai kepatuhan minum obat yang rendah. Hasil analisis menunjukkan hubungan positif antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat, di mana pasien yang menerima dukungan keluarga lebih sering menunjukkan kepatuhan yang lebih tinggi. Rendahnya dukungan keluarga pada aspek instrumental dan informasi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi rendahnya tingkat kepatuhan pasien. Penelitian ini menekankan pentingnya meningkatkan dukungan keluarga dalam bentuk bantuan praktis dan edukasi informasi untuk meningkatkan kepatuhan pasien hipertensi dalam Program Rujuk Balik (PRB). Penyedia layanan kesehatan perlu mempertimbangkan edukasi kesehatan yang melibatkan keluarga dan komunitas sebagai bagian dari upaya peningkatan kepatuhan pengobatan pasien hipertensi.