Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH KARET TERHADAP DURABILITAS DAN FLEXIBILITAS ASPAL BETON (AC-WC) Rosyad, Farlin; Prastyo, Niko; Kasmuri, Mudiono
Jurnal Tekno Vol 14 No 2 (2017): Jurnal TEKNO
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

jalan menjadi penggerak roda perekonomian nasional dan daerah. Ketersediaan jalan adalah prasyarat mutlak bagi masuknya investasi kesuatu wilayah, untuk itu diperlukan perencanaan perkerasan yang kuat, tahan lama dan mempunyai daya tahan tinggi terhadap deformasi plastis yang terjadi. Kerusakan di Indonesia umumnya disebabkan oleh pembebanan yang terjadi berlebihan. Banyaknya arus kendaraan yang lewat sebagai akibat pertumbuhan. Penyebab kerusakan perkerasan jalan ini menuntut penggunaan material untuk perkerasan jalan dengan kualitas yang lebih tinggi yang berupa material agregat sebagai bahan pengisi maupun aspal sebagai bahan pengikat. Perkerasan yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah aspal beton atau laston. Penambahan limbah karet pada campuran aspal beton menjadi solusi untuk perencanaan jalan raya dan mengurangi pencemaran limbah karet yang dihasilkan dari pabrik karet.Penelitian menggunakan persentase campuran limbah karet 6%, 8%, dan 10% dari berat benda uji  dan 0% sebagai campuran normal. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di laboratorium Asphalt Mixing Plan PT. Gajah Mada Talang Taling ? Palembang. Tahapan pelaksanaan meliputi pemerikasaan aspal AC 60/70, pemeriksaan agregat kasar dan halus, pembuatan benda uji campuran aspal beton dan campuran limbah karet sebanyak 12 briket dan selanjutnya dilakukan  pengujian Marshall dengan menggunakan mesin Marshall Compression Machine.Dari hasil penambahan campuran limbah karet mempengaruhi flexibilitas dan durabilitas aspal, nilai Marshall Quotien dan Stabilitas Marshall sisa yang mempengaruhi flexibiltas dan durabilitas jika dibandingkan dengan campuran normal mengalami penurunan, penurunan nilai tersebut disebabkan karena banyaknya rongga pada benda uji yang dicampur dengan limbah karet. Dari hasil campuran limbah karet menghasilkan nilai optimasi pada stabilitas marshall pada persentase limbah karet 6% sebesar 93,68% dan pada Marshall Quotien pada persentase limbah karet 6% sebesar 272,20 kg/mm.
PENGARUH VARIASI SUHU PEMBAKARAN ABU CANGKANG SAWIT SEBAGAI BAHAN SUBTITUSI SEMEN TERHADAP WAKTU IKAT DAN KUAT TEKAN MORTAR Kasmuri, Mudiono; Harani, Dios Desti
Jurnal Kajian Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Kajian Teknik Sipil
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.566 KB) | DOI: 10.52447/jkts.v4i1.1431

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan efek pengaruh variasi suhu pembakaran terhadap waktu ikat dan kuat tekan mortar. Abu sawit berasal dari proses pembakaran cangkang menjadi abu. Proses pembakaran ini menghilangkan kandungan kimia organic dan meninggalkan silika Oksida (SiO2) hingga 54,53% serta senyawa lainnya yang juga terdapat pada semen (Balai Riset dan Standardisasi Padang, 2015). Dari hasil penelitian menunjukan bahwa abu cangkang sawit mengandung unsur silika yang cukup besar, sehingga abu cangkang sawit ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan tambah atau subtitusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh limbah abu cangkang sawit sebagi bahan subtitusi semen terhadap waktu ikat dan kuat tekan mortar, metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan benda uji kubus ukuran 5x5x5 cm sebanyak 36 buah yang terdiri dari 9 benda uji mortar setiap variasi. Berdasarkan penelitian ini didapat hasil kuat tekan mortar maximum di umur 28 hari, mortar normal (MN)= 16,4 Mpa, mortar tanpa pembakaran (MS0)= 20,8 Mpa, mortar suhu pembakaran 600˚C (MS1)= 9,84 Mpa dan mortar suhu 700˚C (MS2)= 12,8 Mpa. Dan untuk hasil pengujian waktu ikat mortar, daya ikat mortar sangat lambat terdapat pada mortar suhu pembakaran 600˚C dan 700˚C dibandingkan waktu ikat pada mortar normal (MN) dan mortar tanpa pembakaran (MS0).