Tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi menular yang masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Keberhasilan terapi pada pasien TB sangat dipengaruhi oleh tingkat kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat secara teratur hingga selesai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan komunikasi interpersonal perawat dan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Ciwaruga Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional terhadap 42 pasien tuberkulosis paru yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner komunikasi interpersonal perawat, Family Support Scale (FSS), serta Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8). Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal perawat sebagian besar berada pada kategori kurang (40,5%), diikuti kategori cukup (31,0%) dan baik (28,6%). Dukungan keluarga mayoritas berada pada kategori kurang (42,9%), kemudian kategori cukup (26,2%) dan baik (31,0%). Sementara itu, tingkat kepatuhan minum obat pasien sebagian besar berada pada kategori tidak patuh (52,4%). Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara komunikasi interpersonal perawat dengan kepatuhan minum obat (p = 0,005) serta antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat (p = 0,002) pada pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Ciwaruga. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin baik komunikasi interpersonal perawat dan semakin tinggi dukungan keluarga, maka tingkat kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis paru juga cenderung meningkat.