Tingginya angka depresi pada lansia di panti sosial menjadi persoalan serius yang dipicu oleh penurunan fungsi fisik, perubahan peran, serta minimnya dukungan sosial. Kondisi ini memerlukan penanganan tepat melalui aktivitas terstruktur, salah satunya melalui intervensi nonfarmakologis seperti terapi okupasi menggambar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi okupasi menggambar terhadap tingkat depresi pada lansia di Panti Sosial Rumah Kasih Emaus Tahun 2025. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi okupasi menggambar terhadap tingkat depresi pada lansia di Panti Sosial Rumah Kasih Emaus Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one group pretest–posttest. Jumlah sampel sebanyak 13 lansia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi. Tingkat depresi diukur menggunakan instrumen Geriatric Depression Scale (GDS) sebelum dan sesudah diberikan terapi okupasi menggambar. Data dianalisis menggunakan uji t berpasangan (paired t-test). Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat depresi pada lansia setelah diberikan terapi okupasi menggambar. Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,000 (p < 0,05) yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan terapi okupasi menggambar terhadap penurunan tingkat depresi pada lansia di Panti Sosial Rumah Kasih Emaus Tahun 2025. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terapi okupasi menggambar berpengaruh secara signifikan dalam mengurangi tingkat depresi pada lansia. Terapi ini dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam upaya meningkatkan kesehatan mental lansia di panti sosial.