Rima Berti Anggraini
S1 Keperawatan, Fakultas Keperawatan, Institut Citra Internasional Bangka Belitung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGALAMAN PASIEN TUBERKULOSIS PARU DALAM MENJALANI PENGOBATAN TUBERKULOSIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TOBOALI TAHUN 2025 Dona Selvia; Rima Berti Anggraini
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56931

Abstract

Program pengendalian Tuberkulosis (TBC) telah dilaksanakan, namun penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat akibat tingginya ketidakpatuhan pasien terhadap pengobatan jangka panjang. Ketidakpatuhan dalam menjalani pengobatan dapat menyebabkan kegagalan terapi, munculnya resistensi obat, serta meningkatnya risiko penularan di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam pengalaman pasien tuberkulosis paru dalam menjalani pengobatan di wilayah kerja Puskesmas Toboali Tahun 2025 sebagai dasar perbaikan pelayanan dan pendampingan pengobatan TBC. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan penelitian adalah pasien tuberkulosis paru yang menjalani pengobatan di Puskesmas Toboali sebanyak 6 informan utama dan 5 informan pendukung, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan empat tema utama, yaitu pengalaman pasien dalam menjalani pengobatan, dukungan keluarga, dukungan petugas kesehatan, dan aspek psikologis selama pengobatan. Proses pengobatan yang berlangsung lama sering menimbulkan kejenuhan dan kelelahan, namun dukungan keluarga dan tenaga kesehatan terbukti meningkatkan motivasi dan kepatuhan pasien. Selain itu, faktor psikologis seperti kecemasan, stigma, dan ketakutan terhadap penyakit turut memengaruhi keberhasilan pengobatan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar pasien telah memiliki pemahaman yang cukup baik mengenai penyakit tuberkulosis paru serta pentingnya kepatuhan dalam menjalani pengobatan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan edukasi, dukungan psikososial, serta pendampingan berkelanjutan untuk meningkatkan keberhasilan terapi dan mencegah resistensi obat.