Kista endometriosis salah satu manifestasi klinis dari endometriosis yang ditandai dengan terbentuknya kista berisi darah tua di ovarium. Kondisi ini sering menimbulkan nyeri panggul kronis, dismenore berat, dispareunia, hingga infertilitas. Berdasarkan data rekam medis RSUD Dr. (H.C.) Ir. Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, jumlah kasus kista endometriosis mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, sehingga perlu dilakukan kajian mengenai faktor- faktor yang berhubungan dengan kejadiannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kista endometriosis, meliputi usia menarche, paritas, riwayat keluarga, dan siklus menstruasi pada wanita usia subur di RSUD Dr. (H.C.) Ir. Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain case control yang dilakukan terhadap wanita usia subur (15–49 tahun) yang menjalani pemeriksaan ginekologi di RSUD Dr. (H.C.) Ir. Soekarno. Sampel penelitian terdiri dari kelompok kasus (wanita dengan kista endometriosis) dan kelompok kontrol (wanita tanpa kista endometriosis). Data diperoleh melalui rekam medis dan wawancara menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis dengan uji chi-square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara usia menarche dini (≤12 tahun) dengan kejadian kista endometriosis (p < 0,05). Ada hubungan signifikan antara paritas rendah (nullipara), riwayat keluarga positif endometriosis, serta siklus menstruasi pendek (<27 hari) dengan kejadian kista endometriosis. Faktor-faktor tersebut terbukti meningkatkan risiko terjadinya endometriosis ovarium secara signifikan. Kejadian kista endometriosis berhubungan dengan usia menarche, paritas, riwayat keluarga, dan siklus menstruasi. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif berupa edukasi kesehatan reproduksi dan deteksi dini pada kelompok wanita usia subur berisiko tinggi untuk menurunkan angka kejadian kista endometriosis.