Siswa remaja tidak terlepas dari pengaruh gaya hidup yang dapat memengaruhi kesehatan pencernaan, salah satunya melalui melalui kebiasaan perilaku makan yang tidak teratur dan asupan kopi yang berlebihan. Studi pendahuluan di SMK Kiansantang Bandung menunjukkan kecenderungan pola makan buruk dan konsumsi kopi tinggi pada kelompok remaja. Penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola makan dan konsumsi kopi dengan kejadian gastritis pada kelompok remaja di SMK Kiansantang Bandung tahun 2026. Penelitian ini memakai pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional) dan melibatkan 70 partisipan yang dipilih menggunakan metode cluster sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang menilai pola makan, konsumsi kopi, dan kejadian gastritis, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square pada tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian mengungkakan mayoritas responden memiliki pola makan buruk 52 responden (74,3%) dan tingkat konsumsi kopi yang tinggi 36 responden (51,4%), sedangkan 35 responden (50,0%) mengalami gastritis. Analisis Chi-Square memperlihatkan adanya hubungan yang begitu bermakna antara pola makan dan kejadian gastritis (p= 0,001), sekaligus antara konsumsi kopi dan kejadian gastritis (p= 0,004). Hal ini menunjukkan bahwa pola makan tidak teratur dan konsumsi kopi yang berlebihan terkait dengan peningkatan risiko gastritis pada kelompok remaja di SMK Kiansantang Bandung. Sekolah diharapkan dapat memberikan edukasi tentang pola makan yang sehat dan pengelolaan konsumsi kopi sebagai langkah pencegahan gastritis bagi para siswa.