Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa distribusi faktor risiko stroke dapat berbeda-beda antarwilayah geografis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stroke pada penduduk usia ≥15 tahun di wilayah perkotaan dan perdesaan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional berdasarkan data sekunder Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 yang mencakup 638.178 responden. Analisis data dilakukan dengan menggunakan complex sampling, uji chi-square, dan regresi logistik multivariat untuk menghasilkan adjusted prevalence odds ratio (adj POR) beserta 95% confidence interval (CI). Prevalensi stroke secara keseluruhan adalah 0,8%, dengan prevalensi lebih tinggi di daerah perkotaan (1,0%) dibandingkan daerah perdesaan (0,6%). Pada populasi perkotaan, faktor-faktor yang berhubungan signifikan dengan stroke meliputi usia lanjut (≥75 tahun: adj POR 1,96; 95% CI: 1,29–2,98; 65–74 tahun: adj POR 3,44; 95% CI: 2,67–4,45; 55–64 tahun: adj POR 3,22; 95% CI: 2,56–4,04), hipertensi (adj POR 15,9; 95% CI: 12,7–20,01), diabetes melitus (adj POR 2,23; 95% CI: 1,74–2,85), penyakit jantung (adj POR 2,26; 95% CI: 1,67–3,06), aktivitas kurang (adj POR 1,51; 95% CI: 1,19–1,91), dan merokok (setiap hari: adj POR 1,42; 95% CI: 1,16–1,74; tidak setiap hariq: adj POR 1,40; 95% CI: 1,02–1,92). Pada populasi perdesaan, faktor-faktor yang berhubungan signifikan meliputi usia lanjut (≥75 tahun: adj POR 4,36; 95% CI: 2,45–8,73; 65–74 tahun: adj POR 3,64; 95% CI: 2,16–5,99; 55–64 tahun: adj POR 3,19; 95% CI: 2,36–4,31), hipertensi (adj POR 17,4; 95% CI: 11,7–25,8), diabetes melitus (adj POR 2,01; 95% CI: 1,33–3,06), penyakit jantung (adj POR 2,23; 95% CI: 1,32–3,76), aktivitas fisik kurang (adj POR 1,64; 95% CI: 1,14–2,35), dan merokok tidak setiap hari (adj POR 2,30; 95% CI: 1,48–3,57).