Sumiaty Sumiaty
Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana, Universitas Muslim Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

INOVASI PATIENT SAFETY MELALUI HFMEA LAYANAN GERIATRI DI RSUD DAYA KOTA MAKASSAR Nurul Tasya Amalia D; Nurmiati Muchlis; Sumiaty Sumiaty
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57036

Abstract

Pelayanan kesehatan pada pasien geriatri memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi sehingga memerlukan pendekatan keselamatan pasien yang lebih adaptif dan spesifik. Lansia memiliki kerentanan terhadap berbagai risiko klinis seperti kesalahan identifikasi, polifarmasi, risiko jatuh, serta keterlambatan pelayanan. Namun, sistem keselamatan pasien yang ada masih cenderung bersifat umum dan reaktif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi titik kritis kegagalan (failure modes) serta mengembangkan inovasi keselamatan pasien melalui pendekatan Healthcare Failure Mode and Effects Analysis (HFMEA) pada layanan geriatri di RSUD Daya Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode HFMEA. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam terhadap 8 informan yang terdiri dari staf komite mutu, tenaga kesehatan, serta pasien lansia. Analisis dilakukan dengan memetakan alur pelayanan, mengidentifikasi potensi kegagalan pada setiap tahapan, serta menilai tingkat risiko untuk menentukan prioritas perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa titik kritis risiko utama, yaitu pada tahap asesmen awal yang belum konsisten terutama dalam skrining risiko jatuh, proses farmasi dengan potensi polifarmasi tanpa medication review yang sistematis, sistem identifikasi pasien yang masih memiliki kendala, serta waktu tunggu pelayanan yang berpotensi meningkatkan kelelahan dan risiko klinis. Risiko polifarmasi dan risiko jatuh menjadi prioritas utama yang memerlukan intervensi segera. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan HFMEA efektif dalam mengidentifikasi risiko laten secara proaktif sebelum terjadi insiden.