Muhammad Iqbal Cahyana Eka Putra
Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

POLIFARMASI PADA PASIEN PENYAKIT DALAM DENGAN MULTIMORBIDITAS : DAMPAK KLINIS, RISIKO, DAN STRATEGI DEPRESCRIBING Muhammad Iqbal Cahyana Eka Putra; I Komang Surya Mertayasa; Ketut Artawan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57100

Abstract

Polifarmasi merupakan masalah yang semakin sering ditemukan dalam praktik ilmu penyakit dalam, terutama pada pasien dengan multimorbiditas yang memerlukan terapi jangka panjang untuk berbagai penyakit kronis. Penggunaan banyak obat secara bersamaan meningkatkan risiko adverse drug reactions, interaksi obat, ketidakpatuhan pengobatan, rawat inap, serta penurunan kualitas hidup. Selain itu, penggunaan potentially inappropriate medications masih sering ditemukan pada pasien penyakit dalam sehingga diperlukan strategi yang efektif untuk mengoptimalkan terapi dan meningkatkan keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak klinis polifarmasi serta peran deprescribing dalam praktik ilmu penyakit dalam. Penelitian ini menggunakan metode narrative review dengan penelusuran literatur melalui PubMed, Scopus, dan Google Scholar terhadap artikel yang dipublikasikan tahun 2014–2025. Literatur yang dipilih meliputi narrative review, systematic review, meta-analisis, randomized controlled trial, dan studi observasional yang berkaitan dengan polifarmasi, multimorbiditas, deprescribing, dan penyakit dalam. Hasil kajian menunjukkan bahwa polifarmasi berhubungan dengan peningkatan adverse drug reactions, gangguan kognitif, jatuh, rawat inap, dan mortalitas. Berbagai studi juga menunjukkan bahwa intervensi deprescribing dapat menurunkan beban pengobatan dan penggunaan potentially inappropriate medications tanpa meningkatkan efek samping serius. Simpulan penelitian ini adalah deprescribing berpotensi meningkatkan kualitas peresepan dan keselamatan pasien melalui pendekatan yang terstruktur, individual, dan berpusat pada pasien.