Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan penyakit progresif dan irreversibel yang memerlukan terapi hemodialisis jangka panjang. Pasien Chronic Kidney Disease yang menjalani hemodialisis sering mengalami Fatigue akibat anemia, akumulasi toksin uremik, ketidakseimbangan cairan dan elektrolit, serta dampak prosedur hemodialisis itu sendiri. Fatigue menjadi salah satu keluhan utama yang berdampak signifikan terhadap kemampuan aktivitas dan kualitas hidup pasien, sehingga diperlukan intervensi keperawatan nonfarmakologi yaitu Progressive Muscle Relaxation kombinasi Slow Deep Breathing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa intervensi terhadap fatigue pada pasien Chronic Kidney Disease di ruang Hemodialisa RSUD Aji Muhammad Parikesit Tenggarong. Intervensi inovasi yang diberikan berupa terapi Progressive Muscle Relaxation Kombinasi Slow Deep Breathing yang dilakukan secara terstruktur selama sesi hemodialisa sesuai dengan standar prosedur, disertai pemantauan tingkat Fatigue sebelum dan sesudah intervensi. Metode penelitian menggunakan studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan dan kuesioner FAS sebagai alat ukur fatigue. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan tingkat fatigue pada pasien Chronic Kidney Disease setelah diberikan terapi Progressive Muscle Relaxation Kombinasi Slow Deep Breathing. Pasien melaporkan perasaan lebih rileks, penurunan fatigue fisik, serta peningkatan kenyamanan selama dan setelah hemodialisis. Hal ini dapat disimpulkan bahwa terapi Progressive Muscle Relaxation Kombinasi Slow Deep Breathing efektif sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologi dalam menurunkan fatigue pada pasien Chronic Kidney Disease yang menjalani hemodialisis dan dapat diaplikasikan sebagai tindakan mandiri perawat di ruang hemodialisa.