Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) merupakan golongan obat yang umum digunakan untuk mengatasi nyeri, demam, dan peradangan, sehingga ketersediaannya di fasilitas pelayanan kefarmasian seperti apotek harus terjamin. Permasalahan yang sering terjadi dalam manajemen logistik obat adalah ketidaksesuaian antara perencanaan dan pengadaan yang dapat menyebabkan kekosongan atau kelebihan stok. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat ketepatan perencanaan dan pengadaan obat golongan NSAID di Apotek X Kota Mataram. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan desain retrospektif dan pendekatan kuantitatif. Data yang dianalisis meliputi penggunaan obat NSAID periode Januari 2025 dan pengadaan periode Februari 2025, dengan perhitungan kebutuhan menggunakan metode konsumsi. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji Shapiro–Wilk dan dilanjutkan dengan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara hasil perencanaan menggunakan metode konsumsi dengan jumlah pengadaan obat (p > 0,05), yang menunjukkan bahwa metode tersebut cukup akurat dalam memperkirakan kebutuhan obat. Meskipun demikian, masih ditemukan selisih jumlah pada beberapa item obat yang dipengaruhi oleh faktor seperti fluktuasi kebutuhan dan perubahan pola penyakit. Disimpulkan bahwa metode konsumsi merupakan pendekatan yang efektif dan rasional dalam perencanaan kebutuhan obat NSAID, namun tetap diperlukan evaluasi dan monitoring secara berkala untuk meningkatkan ketepatan pengadaan serta menjamin ketersediaan obat secara optimal.