Putri Kartika Listya
UPTD Puskesmas Meuraxa, Kota Banda Aceh

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI PENDEKATAN MANAJEMEN BERBASIS KOMUNITAS DALAM PENANGGULANGAN RUMAH TIDAK SEHAT DI WILAYAH PESISIR : STUDI KASUS DI DESA PUNGE JURONG, BANDA ACEH Zahratul Aini; Ira Anggraini; Putri Kartika Listya; Tilaili Ibrahim; Achmad Revi Fawwaz; Hendra Kurniawan; Syahrizal Syahrizal; Nur Ikhsani Rahmatika; Hafni Andayani; Tita Menawati Liansyah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57172

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggambarkan kondisi rumah tidak sehat serta merumuskan intervensi berbasis komunitas di Desa Punge Jurong. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Populasi penelitian adalah seluruh keluarga di Desa Punge Jurong, dengan sampel keluarga yang memenuhi kriteria observasi lingkungan rumah dan dipilih secara purposive sampling. Variabel yang diteliti meliputi kondisi fisik rumah, sanitasi lingkungan, dan perilaku penghuni dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Data dikumpulkan melalui observasi langsung menggunakan lembar skrining indikator rumah sehat serta wawancara terstruktur, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar indikator rumah sehat belum terpenuhi. Permasalahan utama yang ditemukan meliputi ventilasi yang tidak memadai, pencahayaan buruk, kepadatan hunian tinggi, keterbatasan akses air bersih, serta perilaku penghuni yang belum mendukung praktik hidup bersih dan sehat. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko penyakit infeksi, gangguan kesehatan mental, dan kecelakaan rumah tangga. Kondisi rumah di Desa Punge Jurong masih belum memenuhi kriteria rumah sehat, sehingga diperlukan intervensi berbasis komunitas melalui edukasi kesehatan, perbaikan sanitasi sederhana, peningkatan ventilasi, dan pemberdayaan masyarakat agar kualitas lingkungan hunian serta kesehatan masyarakat dapat meningkat secara berkelanjutan.
- IMPLEMENTASI JAMBAN SEHAT SEKOLAH DALAM PERSPEKTIF COMMUNITY-ORIENTED PRIMARY CARE : STUDI KASUS SANITASI DI SD NEGERI 21 BANDA ACEH Zahratul Aini; Tasmiadi Tasmiadi; Putri Kartika Listya; Tilaili Ibrahim; Regita Ayu Kumuda Wardani; Hijra Novia Suadi; Vera Dewi Mulia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57223

Abstract

Sanitasi sekolah merupakan salah satu komponen penting dalam upaya promotif dan preventif kesehatan anak sekolah. Studi ini menggambarkan kondisi jamban di SD Negeri 21 Banda Aceh melalui pendekatan community case study berbasis Community-Oriented Primary Care (COPC). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, inspeksi sanitasi, serta analisis dokumen terkait aspek infrastruktur, ketersediaan air bersih, pengelolaan limbah, perilaku higiene, dan sistem pemeliharaan. Hasil observasi menunjukkan bahwa SD Negeri 21 Banda Aceh memiliki populasi 205 siswa dengan fasilitas 4 unit kamar mandi yang telah terbagi berdasarkan gender. Secara kuantitatif, ketersediaan ini menunjukkan upaya pemenuhan rasio fasilitas yang memadai, namun masih ditemukan permasalahan pada aspek kebersihan, sistem drainase, serta pemeliharaan fasilitas yang belum optimal. Faktor perilaku pengguna dan manajemen sekolah menjadi determinan penting dalam keberfungsian fasilitas sanitasi. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan sanitasi sekolah tidak dapat dicapai hanya melalui pembangunan fasilitas statis, melainkan memerlukan pendekatan komprehensif yang mengintegrasikan perbaikan infrastruktur, perubahan perilaku, serta penguatan tata kelola dan kolaborasi lintas sektor guna mencapai sanitasi sekolah yang berkelanjutan.Tanpa penguatan pada aspek tata kelola dan edukasi berkelanjutan, risiko penyakit infeksi dan hambatan psikososial akan tetap menjadi ancaman bagi produktivitas serta kualitas capaian akademik siswa di masa depan.