Ajeng Normala
Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tarumanagara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PREEKLAMSIA BERAT DENGAN KPD PADA G2P1A0 RIWAYAT MEROKOK DAN HEG : LAPORAN KASUS Indah Septi Alviani; Ajeng Normala
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57211

Abstract

Ketuban Pecah Dini (KPD) merupakan komplikasi obstetri yang terjadi pada 8–10% seluruh kehamilan dan berkontribusi terhadap sekitar 20% kematian ibu di Indonesia. Preeklamsia berat merupakan kondisi hipertensi pada kehamilan yang berkaitan erat dengan kejadian KPD melalui mekanisme disfungsi plasenta dan iskemia. Riwayat merokok dan hiperemesis gravidarum (HEG) turut menjadi faktor risiko yang memperburuk prognosis maternal dan perinatal. Laporan kasus ini bertujuan untuk mendeskripsikan penatalaksanaan KPD disertai preeklamsia berat pada ibu hamil dengan riwayat merokok dan HEG. Laporan kasus ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan sumber data tunggal. Subjek adalah seorang pasien perempuan usia 24 tahun dengan status obstetri G₂P₁A₀ yang dirawat di RSUD Ciawi pada November 2024. Data dikumpulkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, serta rekam medis pasien. Pasien datang dengan keluhan keluarnya air ketuban sejak 8 jam sebelum masuk rumah sakit disertai nyeri perut hilang timbul. Tekanan darah 140/90 mmHg, proteinuria +2, dan hemoglobin 10,2 g/dL. Pasien memiliki riwayat merokok aktif selama kehamilan dan riwayat mual muntah berlebihan pada trimester pertama. Diagnosis ditegakkan sebagai KPD dan preeklamsia berat. Tatalaksana meliputi nifedipin, MgSO₄, antibiotik, analgetik, dan induksi persalinan dengan oksitosin. Kombinasi KPD dan preeklamsia berat pada ibu hamil dengan riwayat merokok dan HEG meningkatkan risiko komplikasi maternal dan perinatal secara signifikan. Deteksi dini dan penatalaksanaan segera merupakan kunci dalam menurunkan morbiditas dan mortalitas pada kasus ini.