Kesiapsiagaan psikologis merupakan faktor yang sangat penting bagi siswa yang tinggal di daerah rawan bencana, khususnya wilayah pesisir yang berisiko tsunami. Kesiapsiagaan yang tidak memadai dapat meningkatkan kerentanan individu terhadap dampak psikologis maupun kesalahan dalam pengambilan keputusan saat bencana terjadi dan dampak negatif saat bencana terjadi akan semakin tinggi. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan kesiapsiagaan psikologis, salah satunya melalui simulasi manajemen stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh simulasi manajemen stres terhadap kesiapsiagaan psikologis siswa dalam menghadapi bencana tsunami di SMA Negeri 1 Kretek. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI dengan jumlah sampel sebanyak 132 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kesiapsiagaan psikologis yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon Signed Ranks Test untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada kesiapsiagaan psikologis siswa setelah diberikan simulasi manajemen stres p-velue 0,001. Sebelum intervensi, sebagian besar siswa berada pada kategori sedang hingga tinggi, sedangkan setelah intervensi meningkat menjadi dominan pada kategori tinggi. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa simulasi manajemen stres berpengaruh positif dalam meningkatkan kesiapsiagaan psikologis siswa, sehingga dapat menjadi salah satu strategi yang efektif dalam upaya kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah.