Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit tidak menular yang terus mengalami peningkatan baik secara global maupun nasional, sehingga memerlukan penanganan komprehensif melalui pendekatan farmakologis dan nonfarmakologis. Salah satu terapi komplementer yang dapat diterapkan adalah pijat refleksi kaki yang berpotensi membantu menurunkan kadar glukosa darah dan meningkatkan kenyamanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan asuhan keperawatan keluarga dengan penerapan terapi pijat refleksi kaki pada penderita diabetes melitus di wilayah kerja UPTD Puskesmas Waipare. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif pada dua keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan diabetes melitus tipe 2. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan kadar gula darah sewaktu (GDS) menggunakan glucometer. Intervensi dilakukan selama tiga hari melalui edukasi, pendampingan keluarga, serta penerapan terapi pijat refleksi kaki. Hasil menunjukkan adanya peningkatan manajemen kesehatan keluarga yang ditandai dengan peningkatan pengetahuan, kepatuhan pengobatan, serta kemampuan keluarga dalam melakukan perawatan mandiri. Selain itu, terjadi penurunan kadar gula darah dan tekanan darah pada kedua klien, serta peningkatan kenyamanan setelah terapi pijat refleksi kaki. Kesimpulannya, asuhan keperawatan keluarga dengan penerapan terapi pijat refleksi kaki efektif dalam meningkatkan manajemen kesehatan keluarga, membantu pengendalian kadar glukosa darah, serta meningkatkan kualitas hidup penderita diabetes melitus tipe 2.