Periode remaja setelah pubertas dimulai merupakan fase penting dalam siklus kehidupan karena status gizi pada masa ini mencerminkan hasil pertumbuhan sebelumnya sekaligus berperan dalam menentukan risiko kesehatan jangka panjang. Namun, status gizi remaja di Indonesia masih belum optimal, sementara penelitian yang mengkaji keterkaitan riwayat pubertas dan pengetahuan gizi pada remaja sekolah menengah kejuruan masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan keterkaitan riwayat usia pubertas dan pengetahuan gizi dengan status gizi remaja di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Pandeglang. Penelitian menggunakan desain potong lintang dengan melibatkan seluruh murid kelas 10 hingga 11. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling, sehingga diperoleh 29 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Riwayat usia pubertas dan pengetahuan gizi dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur, sedangkan status gizi dinilai menggunakan indikator indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U) dan tinggi badan menurut umur (TB/U) berdasarkan standar WHO. Analisis dilakukan menggunakan uji Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara usia pubertas dan IMT/U (r = −0,580; p = 0,001), sementara usia pubertas tidak berhubungan signifikan dengan TB/U. Pengetahuan gizi juga tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan IMT/U maupun TB/U. Kesimpulannya, riwayat usia pubertas merupakan faktor personal yang berasosiasi dengan variasi status gizi remaja setelah mulai pubertas, khususnya IMT/U, sedangkan pengetahuan gizi belum tentu tercermin langsung pada status gizi remaja SMK.