Nur Khaylila Ramadhanti
Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Samarinda, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH LAMA PAPARAN DAN INTENSITAS KEBISINGAN TERHADAP GANGGUAN FUNGSI PENDENGARAN AKIBAT BISING : LITERATURE REVIEW Suwaldi Pradana; Taufik Septiawan; Nur Khaylila Ramadhanti; Fiky Jayanti; Nurul Azmi Eka Rinie; Puji Lestari; Ayi Hernani Putri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57489

Abstract

Orang yang terus-menerus terpapar suara keras dalam jangka waktu lama berisiko lebih tinggi mengalami gangguan pendengaran. Gangguan pendengaran akibat kebisingan (NIHL) adalah kondisi yang berkembang lambat dan, pada tahap awal, seringkali tidak terdeteksi. Berdasarkan studi sebelumnya, penelitian ini bertujuan untuk menentukan berapa lama paparan dan seberapa keras suara tersebut berhubungan dengan gangguan pendengaran. Untuk menemukan, menyaring, dan memilih publikasi, penelitian ini menggunakan prinsip PRISMA 2020; ini adalah tinjauan literatur deskriptif. Kami mencari artikel yang diterbitkan antara tahun 2019 dan 2026 di Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect. Setelah itu, Daftar Periksa Penilaian Penelitian (RAC) digunakan untuk mengevaluasi kualitas penelitian dalam artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Menurut tujuh publikasi yang ditinjau, dua variabel yang paling konsisten terkait dengan gangguan pendengaran adalah volume dan lamanya waktu terpapar suara keras. Paparan tingkat kebisingan di atas ambang batas lebih dari dua kali lipat meningkatkan risiko kerusakan pendengaran dibandingkan dengan tingkat di bawah ambang batas, menurut banyak penelitian. Risiko kerusakan pendengaran meningkat seiring dengan lamanya waktu terpapar dan jumlah tahun bekerja. Usia, durasi kerja, masalah kesehatan, dan penggunaan alat pelindung diri adalah variabel lain yang dapat memengaruhi hubungan ini. Menurut hasil ini, mengurangi tingkat kebisingan dan jumlah waktu yang dihabiskan orang untuk terpapar sangat penting dalam memerangi gangguan pendengaran. Penyedia layanan kesehatan, pemilik bisnis, dan akademisi dapat menggunakan temuan studi ini sebagai dasar untuk mengembangkan kebijakan dan program untuk mengurangi prevalensi gangguan pendengaran akibat kebisingan.