Pasionista Vianitati
Program Studi Profesi Ners, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Nusa Nipa, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAPAN DIABETIC FOOT EXERCISE UNTUK MENURUNKAN GULA DARAH PADA DIABETES TIPE 2 Maria Yeliana Dua Wejor; Pasionista Vianitati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57527

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi dan kerja insulin. Permasalahan dalam penelitian ini adalah belum diterapkannya terapi diabetic foot exercise pada kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat, seperti Prolanis di Puskesmas Waipare, padahal latihan fisik merupakan salah satu upaya penting dalam pengendalian kadar gula darah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan diabetic foot exercise terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe 2. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua keluarga binaan yang memiliki anggota keluarga dengan diabetes melitus tipe 2. Intervensi dilakukan dengan memberikan terapi diabetic foot exercise selama tiga hari berturut-turut dengan durasi 30 menit setiap sesi. Pengukuran kadar gula darah dilakukan sebelum intervensi (pretest) dan setelah intervensi (posttest) untuk menilai perubahan yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan kadar gula darah pada kedua klien setelah dilakukan terapi diabetic foot exercise. Penurunan ini menunjukkan bahwa latihan tersebut efektif dalam membantu mengontrol kadar glukosa darah. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh penerapan diabetic foot exercise terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe 2. Terapi ini dapat dijadikan sebagai alternatif nonfarmakologis yang mudah dilakukan secara mandiri serta berpotensi untuk diintegrasikan dalam program pelayanan kesehatan masyarakat.