Suci Amanati
D3 Fisioterapi Universitas Widya Husada Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MANAJEMEN FISIOTERAPI PADA POST ORIF FRACTURE TIBIA SINISTRA 1/3 DISTAL Irawan Wibisono; Suci Amanati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57540

Abstract

Patah tulang tibia merupakan salah satu kasus muskuloskeletal yang berisiko menimbulkan gangguan fungsi terutama saat berjalan apabila tidak ditangani secara optimal. Salah satu tindakan medis yang umum dilakukan pada kasus ini adalah operasi dengan menggunakan Open Reduction Internal Fixation (ORIF). Fisioterapi memiliki peran penting dalam proses pemulihan pasca operasi agar pasien dapat kembali beraktivitas dengan baik dan optimal. Permasalahan fisioterapi yang timbul pasca ORIF meliputi penurunan kekuatan otot, gangguan keseimbangan, serta perubahan pola jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas manajemen fisioterapi pada kasus tersebut dalam meningkatkan kemampuan fungsional pada pasie. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus pada satu pasien berusia 17 tahun dengan riwayat fraktur tibia sinistra 1/3 distal. Metode intervensi yang diberikan pada penelitin ini berupa latihan fisioterapi yang bersifat progresif dengan dosis yang disesuaikan dengan kondisi pasien dan fase pembentukan tulang pasien. Variabel yang diukur pada penelitian ini meliputi kekuatan otot, keseimbangan, dan pola jalan,  sedangkan alat ukur yang digunakan antara lain: Manual Muscle Testing (MMT), Berg Balance Scale (modifikasi), serta analisis jalan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kekuatan otot serta perbaikan keseimbangan yang signifikan terutama pada aktivitas fungsional dasar pasien. Selain itu perubahan pola jalan menjadi lebih baik jika dibandingkan sebelum intervensi fisioterapi. Dari hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa intervensi fisioterapi efektif dalam meningkatkan kekuatan otot, keseimbangan, dan fungsi berjalan pada pasien post ORIF.