Fahmi Dimas AA
Program Studi S1 Farmasi Klinik dan Komunitas,Fakultas Ilmu Kesehatan,Universitas Hafshawaty Zainul Hasan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN KRIM EKSTRAK ETANOL KULIT BAWANG MERAH (Allium Cepa L.) SEBAGAI ANTIINFLAMASI DENGAN VARIASI EMULGATOR Nur Muhammad Hasan Firdaus; Umi Narsih; Fahmi Dimas AA
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57578

Abstract

Inflamasi adalah respons biologis tubuh terhadap cedera jaringan yang memerlukan penanganan tepat agar tidak berlanjut menjadi penyakit kronis. Salah satu pendekatan potensial adalah penggunaan sediaan topikal berbahan alami. Kulit bawang merah (Allium cepa L.) kaya akan flavonoid seperti kuersetin yang memiliki aktivitas antiinflamasi, namun masih jarang dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan merumuskan dan mengevaluasi krim topikal ekstrak etanol kulit bawang merah dengan variasi emulgator untuk mengetahui pengaruhnya terhadap stabilitas fisik sediaan. Menggunakan desain eksperimental kuantitatif, empat formula krim dibuat dengan variasi konsentrasi emulgator (asam stearat, TEA, tween 80). Evaluasi fisik meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, dan stabilitas selama 4 minggu pada suhu dingin, ruang, serta cycling test. Hasil menunjukkan semua formula memiliki stabilitas organoleptik dan homogenitas yang baik. pH seluruh formula berada dalam rentang fisiologis kulit (4,5–6,5), dengan F2 menunjukkan kestabilan pH tertinggi (6,23–6,47). Daya sebar F2 menurun dari 5,27 cm menjadi 5,07 cm, sedangkan F3 stabil namun memiliki daya sebar terendah (5,00 cm). Variasi emulgator berpengaruh terhadap stabilitas pH, viskositas, dan daya sebar, tetapi tidak signifikan terhadap organoleptis dan homogenitas. Kesimpulannya, Formula 2 paling optimal dalam stabilitas fisik dan kenyamanan aplikasi. Hasil ini menegaskan potensi kulit bawang merah sebagai bahan aktif alami dalam sediaan topikal antiinflamasi. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengevaluasi aktivitas farmakologis dan keamanan secara in vivo.