Kasyani Kasyani
S1 Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Jambi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EVALUASI CAPAIAN INDIKATOR KINERJA STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) KESEHATAN BALITA DI PUSKESMAS SIMPANG SUNGAI DUREN KABUPATEN MUARO JAMBI TAHUN 2025 Nurhaliza Nurhaliza; Arnild Augina Mekarisce; Kasyani Kasyani; Adila Solida Adila Solida
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57659

Abstract

Pelayanan kesehatan balita merupakan salah satu indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang wajib dipenuhi oleh Puskesmas. Namun, capaian pelayanan kesehatan balita di Puskesmas Simpang Sungai Duren belum mencapai target SPM, sehingga diperlukan evaluasi untuk mengetahui penyebab rendahnya capaian tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi capaian indikator kinerja SPM kesehatan balita di Puskesmas Simpang Sungai Duren berdasarkan aspek input, activities, dan output. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Informan dalam penelitian ini ditentukan menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 10 orang, terdiri dari informan kunci, informan utama, dan informan pendukung. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek input, sumber daya manusia, sarana prasarana, dana dan kebijakan secara umum telah mendukung pelaksanaan pelayanan meskipun masih terdapat beberapa keterbatasan. Pada aspek activities, pelayanan kesehatan balita telah dilaksanakan sesuai standar, namun beberapa kegiatan belum berjalan optimal. Pada aspek output, capaian indikator SPM kesehatan balita belum mencapai target. Rendahnya capaian tersebut lebih dominan dipengaruhi oleh faktor eksternal, terutama rendahnya partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan balita secara rutin. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa meskipun pelayanan telah berjalan sesuai standar, masih diperlukan optimalisasi pelaksanaan program dan peningkatan partisipasi masyarakat perlu menjadi prioritas dalam upaya meningkatkan capaian SPM kesehatan balita.