Akhmad Azmiardi
Departemen Epidemiologi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS HUBUNGAN PROFIL LIPID DAN FUNGSI GINJAL TERHADAP HIPERTENSI TIDAK TERKONTROL PADA PASIEN PROLANIS DENGAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS SAMARINDA KOTA Regina Lenik Gah; Akhmad Azmiardi; Risva Risva; Siswanto Siswanto; Muhamad Zakki Saefurrohim
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57797

Abstract

Hipertensi tidak terkontrol masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan, dengan 64,5% pasien hipertensi di Indonesia memiliki tekanan darah yang tidak terkontrol. Indeks Massa Tubuh (IMT), profil lipid dan fungsi ginjal diduga berkontribusi terhadap kegagalan pengendalian tekanan darah, namun bukti pada pasien Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di layanan primer masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan IMT, profil lipid (kolesterol total, HDL, LDL, dan trigliserida), dan fungsi ginjal (ureum, kreatinin, dan mikroalbumin urin) dengan hipertensi tidak terkontrol pada pasien Prolanis di Puskesmas Samarinda Kota. Studi analitik observasional dengan desain cross-sectional ini melibatkan 203 pasien Prolanis hipertensi tahun 2024–2025 yang diperoleh melalui total sampling dari rekam medis. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji Chi-Square disertai perhitungan OR dan 95% CI, serta multivariat menggunakan regresi logistik. Sebanyak 110 dari 203 pasien (54,2%) mengalami hipertensi tidak terkontrol. Hasil analisis bivariat menunjukkan hanya kadar LDL yang berhubungan signifikan dengan hipertensi tidak terkontrol (p = 0,028; OR = 1,949; 95% CI: 1,110–3,421), sedangkan IMT, kolesterol total, HDL, trigliserida, ureum, kreatinin, dan mikroalbumin urin tidak menunjukkan hubungan yang bermakna (p > 0,05). Hasil analisis multivariat mengonfirmasi LDL sebagai satu-satunya variabel yang secara independen berhubungan dengan hipertensi tidak terkontrol (p = 0,027; OR = 2,487; 95% CI: 1,109–5,578). Pemantauan dan pengendalian kadar LDL perlu menjadi prioritas dalam manajemen hipertensi di fasilitas pelayanan kesehatan primer.