Raden Roro Ratuningrum Anggorodiputro
Sarjana dan Profesi Bidan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Karawang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EVALUASI PRAKTIK MENYUSUI MENGGUNAKAN BREASTFEEDING OBSERVATION JOB AID : STUDI OBSERVASIONAL PADA IBU POST PARTUM Irma Yanti; Febthia Rika Ramadhaniah; Raden Roro Ratuningrum Anggorodiputro
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57874

Abstract

Periode post partum merupakan fase kritis dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif, di mana ibu dan bayi mulai membentuk pola menyusui yang efektif. Masalah teknis seperti posisi menyusui yang tidak tepat, perlekatan yang kurang optimal, dan kurangnya pemahaman terhadap tanda-tanda efektivitas hisapan sering menjadi penghambat utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi praktik menyusui pada ibu post partum menggunakan lembar bantuan pengamatan (Breastfeeding Observation Aid) yang diadaptasi dari WHO oleh Kementerian Kesehatan RI. Metode penelitian bersifat kuantitatif deskriptif observasional, dilakukan di Ruang Cilamaya Baru RSUD Karawang selama November–Desember 2025. Sampel sebanyak 46 ibu post partum hari ke-1 hingga ke-4, yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, diamati secara langsung menggunakan checklist observasi yang mencakup posisi ibu, posisi bayi, perlekatan, efektivitas hisapan, dan kenyamanan. Data dianalisis secara univariat dalam bentuk frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum praktik menyusui sudah cukup baik, mayoritas ibu dan bayi tampak nyaman, payudara dalam kondisi normal, bayi menunjukkan rooting dan pola hisapan lambat-dalam, serta bibir bawah terputar keluar dengan dagu menempel. Namun, sekitar 26% ibu masih menopang payudara dengan jari-jari terlalu jauh dari areola, yang berpotensi mengganggu perlekatan. Selain itu, 76,1% ibu tidak mengenali tanda-tanda refleks oksitosin, dan 23,9% tidak menunjukkan tanda oksitosin yang jelas. Kesimpulannya, meskipun secara umum praktik menyusui sudah memenuhi standar dasar, masih diperlukan intervensi edukatif yang lebih intensif, khususnya dalam mengenali tanda-tanda fisiologis dan teknik penopang payudara yang tepat, agar keberhasilan menyusui dan pencapaian ASI eksklusif dapat ditingkatkan secara signifikan.