Puji Elok Dzakirah
Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Mataram

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ARTIKEL REVIEW : ANALISIS DRUG RELATED PROBLEM (DRP) PADA PASIEN PENDERITA HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS (HIV) Sabila Rosyada; Baiq Haura Audina Ananta Putri; Khairinna Rifa Andira; Nanda Putri Utami Aziz; Puji Elok Dzakirah; Raisya Hasina
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57895

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan virus yang menyebabkan penurunan fungsi sistem imun sehingga meningkatkan risiko terjadinya Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS). Jumlah kasus HIV terus meningkat setiap tahun. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melaporkan bahwa pada tahun 2023 terdapat 57.299 orang dengan HIV (ODHIV) dari total 6.142.136 orang yang menjalani tes HIV. Perkembangan terapi antiretroviral (ART) sejak tahun 1990 telah memberikan perbaikan kondisi klinis pasien melalui regimen yang lebih sederhana dan efektif. Namun, penggunaan obat tambahan untuk penyakit komorbid dapat meningkatkan risiko terjadinya interaksi obat dan adverse drug reaction (ADR) yang berpotensi menurunkan efektivitas terapi serta kepatuhan pasien. Artikel review ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis berbagai Drug Related Problems (DRP) pada pasien HIV, khususnya yang berkaitan dengan interaksi obat, ADR, serta dampaknya terhadap kepatuhan terapi antiretroviral. Metode yang digunakan yaitu penelusuran literatur melalui PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar terhadap artikel penelitian asli yang diterbitkan pada periode 2015–2025 dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Hasil kajian menunjukkan bahwa DRP yang umum terjadi pada pasien HIV meliputi polifarmasi, interaksi obat melalui jalur metabolisme sitokrom P450 (CYP450), serta efek samping penggunaan ART jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan pemantauan fungsi organ, evaluasi regimen terapi, dan pengawasan penggunaan obat secara ketat untuk menjaga efektivitas serta keamanan terapi pada pasien HIV.