Lansia dengan Diabetes Melitus (DM) sering mengalami gangguan kualitas tidur yang disebabkan oleh fluktuasi kadar gula darah, stres psikologis, dan gejala neuropati. Gangguan tidur pada lansia DM dapat memperburuk kontrol glikemik dan menurunkan kualitas hidup secara signifikan. Intervensi non-farmakologis seperti teknik relaksasi dan aromaterapi menjadi pilihan aman untuk mengatasi masalah ini tanpa efek samping obat jangka panjang. Studi kasus ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kombinasi slow deep breathing, dzikir, dan aromaterapi lavender terhadap peningkatan kualitas tidur pada lansia dengan Diabetes Melitus. Desain studi kasus dengan pendekatan pretest and posttest pada dua orang lansia perempuan berusia 67 dan 68 tahun dengan riwayat DM tipe 2 yang mengalami gangguan tidur. Intervensi kombinasi diberikan selama 7 hari berturut-turut, terdiri dari teknik slow deep breathing 4-7-8 yang dipadukan dengan dzikir pada fase ekspirasi selama 10 menit, dilanjutkan dengan inhalasi aromaterapi lavender selama 10 menit. Kualitas tidur diukur menggunakan instrumen Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan penurunan skor PSQI pada kedua partisipan. Partisipan 1 (67 tahun) mengalami penurunan skor dari 13 menjadi 7, sedangkan partisipan 2 (68 tahun) mengalami penurunan skor dari 15 menjadi 8. Kombinasi slow deep breathing, dzikir, dan aromaterapi lavender efektif dalam meningkatkan kualitas tidur lansia dengan DM. Intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai terapi komplementer mandiri untuk mengatasi gangguan tidur pada lansia DM.