Ketersediaan tenaga kesehatan dalam kaitannya dengan beban kerja memainkan peran penting dalam menjaga efektivitas pemberian layanan di seluruh unit rumah sakit. Permasalahan yang ditemukan berupa tingginya waktu tunggu obat pada unit farmasi berdasarkan google review serta ketidakseimbangan pembagian tugas pada unit rekam medis yang menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara beban kerja dan jumlah tenaga kesehatan yang tersedia. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya evaluasi terhadap distribusi tenaga kesehatan untuk mendukung peningkatan efektivitas dan efisiensi pelayanan. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis kebutuhan tenaga rekam medis dan farmasi di Rumah Sakit Permata Cirebon tahun 2025 melalui metode Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABK-Kes). Desain penelitian yang diterapkan berupa deskriptif kuantitatif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Populasi penelitian terdiri dari seluruh tenaga kesehatan pada unit rekam medis dan farmasi. Sampel dipilih melalui teknik purposive sampling mengikuti kriteria yang telah ditentukan. Data diperoleh dengan cara observasi, wawancara, dan telaah dokumen pada tahun 2025. Pengukuran waktu kerja dilakukan menggunakan stopwatch untuk mencatat durasi setiap aktivitas kerja. Analisis kebutuhan tenaga dilakukan berdasarkan metode ABK-Kes yang mengacu pada pedoman Kementerian Kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan tenaga pada unit rekam medis sebanyak 20 orang dengan ketersediaan 26 orang, sedangkan pada unit farmasi dibutuhkan 54 orang dengan ketersediaan 42 orang. Simpulan penelitian menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara kebutuhan dan ketersediaan tenaga kesehatan, dengan kondisi kelebihan tenaga pada unit rekam medis dan kekurangan tenaga pada unit farmasi.