sabita tarinda
Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Mataram

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ARTIKEL REVIEW : METODE PENGUJIAN KANDUNGAN PEWARNA RHODAMIN B DALAM PRODUK PANGAN sabita tarinda; Nisa Isneni Hanifa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57948

Abstract

Makanan jalanan kini menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat, namun seringkali ditemukan zat tambahan berbahaya seperti pewarna Rhodamin B yang dilarang penggunaannya secara berlebih dalam makanan. Artikel ini bertujuan untuk mengulas dan mengevaluasi berbagai metode analisis untuk mendeteksi kandungan Rhodamin B yang terdapat dalam makanan untuk menjamin keamanan dan kualitas pangan yang dikonsumsi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pencarian literatur secara daring melalui platform akademik seperti PubMed, Google Scholar, Garuda, dan Science Direct dengan fokus pada jurnal yang diterbitkan antara 2020 hingga 2024. Hasil analisis menunjukkan bahwa berbagai metode seperti Kromatografi Lapis Tipis (KLT), Spektrofotometri UV-Vis, Uji Kualitatif dengan Test Kit, dan metode Most Probable Number (MPN) telah diterapkan dalam pengujian kandungan Rhodamin B. Masing-masing metode memiliki kelebihan dan kekurangan tergantung pada jenis sampel dan sensitivitas yang dibutuhkan. KLT efektif untuk pemisahan sederhana namun kurang sensitif pada konsentrasi rendah, sementara Spektrofotometri UV-Vis menawarkan sensitivitas tinggi meski dipengaruhi interferensi sampel. Uji Kualitatif dengan Test Kit dan MPN memberikan kemudahan dan kecepatan dalam deteksi awal, tetapi terbatas dalam akurasi dan sensitivitas.. Kesimpulannya, pemilihan metode yang tepat harus mempertimbangkan sifat senyawa, kompleksitas sampel, dan kebutuhan analitik untuk menjamin pengawasan kualitas pangan yang lebih baik.