Perilaku seksual pada remaja merupakan salah satu permasalahan kesehatan reproduksi yang perlu mendapatkan perhatian serius, karena dapat menimbulkan berbagai dampak fisik, psikologis, dan sosial. Kurangnya pendidikan seksual yang tepat meningkatkan risiko perilaku seksual pada remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara penggunaan gadget dengan pola asuh orang tua yang mempengaruhi perilaku seksual pada remaja di SMA Negeri 1Pangkal Pinang tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan populasi dan sampel 73 siswa kelas XI dan XII yang dipilih dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Teknik analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square melalui program SPSS dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan gadget dan pola asuh orang tua dengan perilaku seksual pada remaja. Penggunaan gadget berhubungan secara signifikan dengan perilaku seksual remaja (p = 0,000), intensitas penggunaan gadget yang tidak sehat meningkatkan risiko terjadinya perilaku seksual berisiko, sejalan dengan nilai POR sebesar 0,044 menunjukkan adanya kecenderungan perilaku seksual berisiko berat pada remaja dengan penggunaan gadget negatif. Pola asuh orang tua juga memiliki hubungan signifikan dengan perilaku seksual remaja (p = 0,012), dimana pola asuh permisif dan otoriter lebih banyak ditemukan pada remaja dengan perilaku seksual berisiko berat, sedangkan pola asuh demokratis cenderung berhubungan dengan perilaku seksual berisiko ringan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengendalian penggunaan gadget serta penerapan pola asuh demokratis yang disertai komunikasi terbuka dan pengawasan yang tepat memiliki peran penting dalam mencegah perilaku seksual berisiko pada remaja.