Beban kerja perawat merupakan salah satu faktor yang memengaruhi kinerja perawat, keselamatan pasien, dan mutu pelayanan keperawatan. Tingginya jumlah pasien, ketidakseimbangan rasio perawat dan pasien, kompleksitas pekerjaan, serta keterbatasan sumber daya berpotensi meningkatkan beban kerja perawat di ruang rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomena beban kerja perawat rawat inap di RSUD Depati Bahrin Sungailiat Tahun 2025, meliputi jenis beban kerja yang dialami serta dampaknya terhadap perawat. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap informan yang dipilih secara purposive dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian mengidentifikasi empat tema utama, yaitu beban kerja kualitatif, beban kerja kuantitatif, dampak beban kerja berlebih, dan mekanisme kerja di ruangan. Beban kerja kualitatif meliputi tanggung jawab profesi, tuntutan pekerjaan, dan tuntutan keluarga pasien. Beban kerja kuantitatif berkaitan dengan ketidakseimbangan rasio perawat dan pasien, kebutuhan pemantauan berkelanjutan, interaksi pelayanan yang terus-menerus, serta keterbatasan sarana. Dampak beban kerja berlebih berupa kelelahan fisik, perubahan emosional, dan penurunan kualitas pelayanan keperawatan. Kerja sama tim, pembagian tugas yang jelas, dan lingkungan kerja yang kondusif menjadi mekanisme yang membantu perawat dalam menghadapi beban kerja. Disimpulkan bahwa beban kerja perawat rawat inap merupakan fenomena yang kompleks, mencakup aspek kuantitatif dan kualitatif. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan beban kerja melalui penyesuaian jumlah tenaga perawat, pembagian tugas yang efektif, dan peningkatan dukungan organisasi untuk meningkatkan kesejahteraan perawat serta mutu pelayanan keperawatan.