Feysie Rieska Tumangken
Sarjana Keperawatan, Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN LAMA RAWAT DENGAN KECEMASAN KELUARGA PASIEN ICU-ICCU RSUD KOTA KOTAMOBAGU Feysie Rieska Tumangken; Alosyiah Ispiatasari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58088

Abstract

Pasien di Intensive Care Unit (ICU) dan Intensive Cardiac Care Unit (ICCU) mengalami kondisi kritis yang memerlukan perawatan intensif, sehingga keluarga sering mengalami tingkat kecemasan tinggi, terutama jika lama rawat pasien semakin panjang. Masalah utama adalah kurangnya penelitian spesifik tentang hubungan lama hari rawat dengan kecemasan keluarga lintas unit ICU-ICCU di rumah sakit Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan lama hari rawat pasien dengan tingkat kecemasan keluarga di ruang ICU-ICCU RSUD Kota Kotamobagu. Desain penelitian korelasi analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah keluarga pasien ICU-ICCU RSUD Kota Kotamobagu. Sampel sebanyak 42 responden dipilih dengan teknik purposive sampling. Variabel penelitian meliputi lama hari rawat (diukur dari catatan medis) dan tingkat kecemasan keluarga (diukur dengan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Rata-rata lama hari rawat pasien 5 hari (rentang 2–11 hari). Mayoritas keluarga mengalami kecemasan berat (33,3%), sedang (14,3%), ringan (23,8%), dan tidak cemas (28,6%). Uji Spearman menghasilkan nilai rho 0,532 dengan p-value 0,003, menunjukkan hubungan positif sedang dan signifikan antara lama hari rawat dengan tingkat kecemasan keluarga. Sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan positif sedang dan signifikan antara lama hari rawat pasien dengan tingkat kecemasan keluarga di ICU-ICCU. Semakin panjang masa rawat, semakin tinggi kecemasan keluarga, sehingga diperlukan intervensi keperawatan seperti edukasi dan dukungan psikososial untuk mengurangi kecemasan tersebut.