Henti jantung dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, baik di dalam maupun di luar rumah sakit. Penanganan awal yang cepat dan tepat melalui tindakan hand only CPR sangat penting untuk meningkatkan peluang keselamatan korban. Namun, keterlambatan atau kesalahan dalam memberikan pertolongan dapat berakibat fatal hingga menyebabkan kematian. Oleh karena itu, pengetahuan dan keterampilan Bantuan Hidup Dasar (BHD) tidak hanya perlu dimiliki tenaga kesehatan, tetapi juga masyarakat awam yang berada di lokasi kejadian. Salah satu upaya peningkatan kemampuan tersebut dapat dilakukan melalui metode simulasi atau demonstrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh simulasi Resusitasi Jantung Paru (Hand Only CPR) terhadap tingkat pengetahuan dan keterampilan Bantuan Hidup Dasar pada santri Saka Bakti Husada di Klinik Az-Zainiyah. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one-group pre-post test design. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner pengetahuan dan lembar observasi keterampilan, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan nilai p value sebesar 0,000 (<0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan simulasi Hand Only CPR terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan BHD pada santri. Sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan dan keterampilan yang rendah, sedangkan setelah simulasi terjadi peningkatan yang signifikan. Dengan demikian, simulasi Hand Only CPR efektif dalam meningkatkan kemampuan BHD pada santri Saka Bakti Husada di Klinik Az-Zainiyah.