Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis dengan prevalensi yang terus meningkat di seuruh dunia dan menjadi salah satu penyebab utama morbiditas serta mortalitas. Salah satu komplikasi yang paling sering terjadi adalah ulkus diabetikum, yang dapat menyebabkan infeksi berat, gangren, amputasi ekstremitas bawah, hingga meningkatkan lama rawat inap dan biaya peayanan kesehatan. Tingkat keparahan ulkus diabetikum dipengaruhi oleh berbagai faktor, sehingga identifikasi faktor-faktor yang berhubungan sangat penting sebagai dasar dalam upaya pencegahan, deteksi dini, dan penatalaksanaan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian keparahan ulkus diabetikum pada pasien rawat inap di RSUD Depati Hamzah tahun 2024–2025. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Populasi dan sampe penelitian adalah seuruh pasien ulkus diabetikum yang menjalani rawat inap seama periode penelitian dengan teknik total sampling. Data diperoleh dari rekam medis pasien sebagai data sekunder. Variabe independen meiputi usia, jenis keamin, dan riwayat keturunan, sedangkan variabe dependen adalah tingkat keparahan ulkus diabetikum. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat untuk mengetahui hubungan antarvariabe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia memiliki hubungan yang bermakna dengan tingkat keparahan ulkus diabetikum, sedangkan jenis keamin dan riwayat keturunan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap tingkat keparahan ulkus diabetikum. Kesimpulan penelitian ini adalah usia merupakan faktor yang berhubungan dengan keparahan ulkus diabetikum pada pasien rawat inap, sehingga diperlukan upaya skrining dini, pengendalian faktor risiko, dan penatalaksanaan yang komprehensif terutama pada keompok usia lanjut guna menurunkan risiko komplikasi dan meningkatkan kualitas peayanan kesehatan.