Salah satu penyakit tidak menular yang banyak terjadi di Indonesia adalah kanker Kanker payudara merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan angka kejadian yang tinggi pada perempuan, termasuk kelompok usia remaja, sehingga diperlukan upaya deteksi dini melalui Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Namun, pengetahuan remaja putri mengenai SADARI masih tergolong rendah, sehingga pendidikan kesehatan diperlukan sebagai langkah promotif dan preventif sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan SADARI terhadap tingkat pengetahuan deteksi dini kanker payudara pada remaja putri kelas XI di SMA Negeri 1 Kelapa Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one group pretest–posttest design dengan populasi dan sampel seluruh siswi kelas XI yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan tentang SADARI sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan nilai rerata pengetahuan sebelum intervensi sebesar 50,25 dan meningkat menjadi 88,75 setelah intervensi, serta hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (<0,05), yang menandakan adanya pengaruh signifikan pendidikan kesehatan SADARI terhadap peningkatan pengetahuan deteksi dini kanker payudara pada remaja putri. Dengan demikian, pendidikan kesehatan SADARI efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri dan dapat dijadikan sebagai upaya promotif dan preventif dalam pencegahan kanker payudara sejak usia remaja.