Tesanli Ridja Maramba Meha
Program Studi DIII Keperawatan Waingapu, Poltekkes Kemenkes Kupang, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EDUKASI KESEHATAN TENTANG PENCEGAHAN MALARIA PADA KELUARGA DENGAN MASALAH KEPERAWATAN DEFISIT PENGETAHUAN: STUDI KASUS Tesanli Ridja Maramba Meha; Leni Landudjama; Yosephina Elizabeth Sumartini Gunawan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58165

Abstract

Malaria merupakan penyakit infeksi yang ditularkan oleh gigitan nyamuk Anopheles dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di daerah endemis di Kabupaten Sumba Timur, NTT. Oleh karena itu, Edukasi kesehatan tentang pencegahan malaria sangat diperlukan untuk peningkatan perilaku pencegahan malaria yang lebih intensif dalam keluarga. Di Desa Lukukamaru, keluarga sasaran belum memahami cara pencegahan malaria meski salah satu anggota keluarga sebelumnya pernah mengalami penyakit tersebut. Kurangnya pengetahuan dapat meningkatkan risiko penularan ulang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menerapkan edukasi kesehatan tentang pencegahan malaria pada keluarga dengan masalah keperawatan defisit pengetahuan. Metode penelitian ini adalah studi kasus pendekatan proses asuhan keperawatan keluarga dengan sasaran pada 1 keluarga yang terdiri dari 4 anggota keluarga. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisa data dilakukan berdasarkan studi dokumentasi asuhan keperawatan keluarga. Hasil pengkajian menunjukkan keluarga belum mengetahui langkah-langkah pencegahan malaria dan cara menjaga kebersihan lingkungan. Diagnosa keperawatan adalah defisit pengetahuan berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam memodifikasi lingkungan. Intervensi yang diberikan berupa edukasi kesehatan tentang pencegahan malaria. Implementasi yang dilakukan adalah penyuluhan, pemasangan kelambu, penggunaan abate, pembersihan lingkungan (kandang), dan penanaman serai sebagai tanaman pengusir nyamuk. Evaluasi menunjukkan pengetahuan keluarga meningkat dengan kriteria hasil kemampuan menjelaskan pengetahuan tentang pencegahan malaria meningkat. Oleh karena itu, penerapan edukasi kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan dan praktik pencegahan malaria. Intervensi berkelanjutan diperlukan untuk mengurangi risiko penularan malaria di lingkungan keluarga dan masyarakat.