Siti Nur Aini
Fakultas Kesehatan, Universitas Nurul Jadid

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN PERILAKU PERAWATAN KAKI DENGAN NILAI ANGKLE BRACHIAL INDEX (ABI) DAN NILAI GULA DARAH SEWAKTU PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II DI PUSKESMAS TEGALAMPEL KABUPATEN BONDOWOSO Siti Nur Aini; S. Tauriana; Setiyo Adi Nugroho
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58167

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) Tipe II merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi maupun kerja insulin. Salah satu komplikasi kronis yang sering terjadi pada penderita DM adalah gangguan sirkulasi perifer yang dapat meningkatkan risiko ulkus diabetik hingga amputasi. Perawatan kaki yang baik, pengendalian kadar gula darah, dan pemantauan status sirkulasi perifer menjadi langkah penting dalam mencegah komplikasi tersebut. Namun, hubungan antara perilaku perawatan kaki dengan status sirkulasi perifer dan kadar gula darah pada pasien DM Tipe II masih memerlukan kajian lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan perilaku perawatan kaki dengan nilai Ankle Brachial Index (ABI) dan kadar gula darah sewaktu pada pasien DM Tipe II. Penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 110 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara perilaku perawatan kaki dengan nilai ABI (p = 0,421) maupun kadar gula darah sewaktu (p = 0,571). Selain itu, hubungan antara nilai ABI dan kadar gula darah sewaktu juga tidak signifikan (p = 0,143). Disimpulkan bahwa perilaku perawatan kaki yang baik belum sepenuhnya menjamin status sirkulasi perifer dan kadar gula darah sewaktu yang optimal pada pasien DM Tipe II sehingga diperlukan pendekatan manajemen yang lebih komprehensif.