Noberta Rani
Program Studi D3 Keperawatan, Akademi Keperawatan Bethesda Serukam, Kalimantan Barat, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH TERAPI CERMIN TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK DI RSU SANTO VINCENTIUS SINGKAWANG Faniea Maawati; Noberta Rani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58178

Abstract

Stroke merupakan kondisi kegawatdaruratan neurologis akibat terganggunya aliran darah ke otak yang dapat menyebabkan kecacatan permanen bahkan kematian apabila tidak ditangani secara optimal. Stroke non hemoragik atau stroke iskemik merupakan jenis stroke yang paling sering terjadi akibat adanya sumbatan pada pembuluh darah otak dan sering menimbulkan kelemahan otot pada salah satu sisi tubuh (hemiparesis). Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu meningkatkan kekuatan otot dan fungsi motorik pasien adalah terapi cermin, yang juga dapat mencegah kerusakan neurologis lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan asuhan keperawatan mandiri dengan menggunakan terapi cermin pada pasien stroke nonhemoragik di Ruang Fransiskus RSU Santo Vincentius Singkawang. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan desain observasi deskriptif terhadap seorang pasien stroke non hemoragik yang menjalani intervensi terapi cermin dalam rangka asuhan keperawatan mandiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan terapi cermin secara aktif dan pasif selama tiga hari berturut-turut pada Ny. Y, terjadi peningkatan kekuatan otot ekstremitas atas dari nilai 3 menjadi 5. Selain itu, pasien juga menunjukkan motivasi yang tinggi untuk sembuh dan konsisten dalam melakukan latihan. Dengan demikian, asuhan keperawatan mandiri yang terintegrasi dengan terapi cermin dapat meningkatkan kekuatan otot serta mendukung proses pemulihan pasien stroke nonhemoragik. Intervensi ini direkomendasikan sebagai bagian dari penatalaksanaan keperawatan komprehensif pada pasien stroke.